Berani dengan Sebuah Ide Septo Indarto (Team Double S)

7 Apr

Berani dengan Sebuah Ide
Septo Indarto (Team Double S)
Dalam dunia bisnis dan dunia teknologi berani dengan menjalankan sebuah ide untuk dijalankan adalah sebuah keberanian. Ide adalah gagasan yang berasal dari diri kita, ide adalah senjata kita. Ide sering kali menjadi sebuah senjata yang mematikan bagi para competitor ketika kita menjadi orang yang sukses mengimplementasikan ide kita. Ide adalah senjata yang luar biasa.
Ken Kutaragi. Dikenal sebagai godfather playstation. Dia adalah seorang insinyur dengan divisi dan selalu melihat peluang dalam setiap kesempatan. Tahun 1970-an sebagai seorang peneliti muda yang mengembangkan proyektor layar Kristal cair (Liquid Crystal Display/LCD), tetapi Sony menolak menyutujui untuk memproduksinya. Dia pernah menciptakan kamera dengan penyimpanan disket sewaktu banyak orang yang menggunakan kamera analog film negative. Baru pada tahun 1994, ketika Sony Playstation dirilis dan sukses kemampuannya mulai diakui. Sangat mengejutkan Sony ingin terjun ke dalam bisnis video games, padahal sudah ada tiga competitor yang kuat, yaitu Nintendo, Sega (Japan) dan Atari (Amerika). Saat ini nilai bisnis Sony Playstation lebih dari 8 miliar dolar Amerika. Pada 20 bulan pertama, Sony Playstation 2 telah terjual lebih dari 40 juta unit. Sony Playstation adalah video games yang berabi memperkenalkan permainan tiga dimensi. Sedangkan Super Nintendo dan Sega masih memainkan permainan dua dimensi dengan andalan Super Mario Brothers dan Sonic.
Ketika bisnis Sony terlihat suram berkompetisi dalam pasar elektronik global. Divisi Sony Playstation berhasil mempertahankan ikon Sony.
Prestasi utama Ken Kutagari:
1. Berhasil membangun branding Sony Playstation dalam industry. Video Games berhasil memberikan kontribusi 60% dari total laba operasional Sony.
2. Mengembangkan chip baru untuk mesin jaringan Playstation 3 yang mengirim game, film, dan music melalui jaringan broadband.
Ken Kutaragi adalah orang yang mempunyai ide besar dalam melihat pasar dengan inovasi teknologi. Ketika Sony memasuki industry video games banyak pihak yang meragukannya, karena Sony dinilai tidak punya pengalaman di dunia video games. Tapi Ken Kutaragi adalah orang yang tekun untuk terus menciptakan inovasi. Dia melihat inovasi sebagai langkah membuka peluang pasar yang akan membuat branding Sony terus berada di puncak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: