Leadership Bapak Arwin Rasyid- Septo Indarto (Team Double S)

6 Apr

Leadership
Bapak Arwin Rasyid- Septo Indarto (Team Double S)

Direktur Utama PT Bank CIMB Niaga Tbk Arwin Rasyid mempunyai filosofi Leadership: Ibarat Pelaut, tidak akan tangguh kalau tidak pernah menghadapi gelombang lautan laut. Begitu juga dengan pemimpin, tidak akan pernah besar jika menghindari tantangan dan persoalan.
Bapak Arwin Rasyid dikenal sebagai seorang banker terkenal di Indonesia. Saat ini dia menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank CIMB Niaga. Bapak Arwin Rasyid sukses memimpin CIMB Niaga menjadi salah satu bank terkemuka di Indonesia.
Lahir di kota Roma (Ibu Kota Italia), tanggal 22 Janusri 1957. Mengawali karir sebagai seorang banker di Bank of America Jakarta, pada tahun 1980.
Peran seorang Leader menurut Bapak Rasyid adalah: Kita paham dulu sebagai peran kita sebagai pemimpin khususnya sebagai seorang Team Leader. Ada Dewan Komisaris yang mengawasi, pemegang saham yang ingin melihat perusahaan yang kita pimpin bisa memberikan kinerja yang baik.
Kita harus pahami dimana kita beroperasi (Didalam pengelolaan bank, baik atau buruknya kinerja. Salah satunya ditentukan pandainya kita bisa melayani nasabah. Kita juga harus menjaga kesejahteraan karyawan).
Langkah yang harus dilakukan oleh seorang Leader adalah mampu bekerja sama untuk memajukan perusahaan.
Pengalaman Bapak Arwin Rasyid: Di Telkom untuk melihat ukuran kemajuan dilihat dari jumlah pelanggan. Di Bank saat ini ukuran kemajuan dilihat dari jumlah nasabah.
Seorang Leader dalam berkarya itu ada beberapa nilai-nilai yang harus menjadi pegangan karena saat kita menghadapi ombak atau situasi di luar kebiasaan, nilai-nilai itu bisa membantu kita dalam mengambil keputusan.
Nilai-nilai itu misalnya kita mengutamakan bukan sekedar untung, melainkan juga harus berbuat sesuatu yang benar. Apakah kita harus maju dengan cara merugikan pesaing? Menjegal pihak lain, atau menyesatkan nasabah demi meraih keuntungan (Bapak Arwin Rasyid sama sekali tidak setuju dengan langkah seperti itu).
Kerjasama tim untuk meningkatkan kualitas kerja dan menjaga nilai kejujuran adalah hal yang utama ketika kita sedang bekerja.
Tugas dan peran Leader sangat menentukan maju atau tidaknya perusahaan. Menurut Bapak Rasyid: Harus mampu membaca situasi. Kalau saya boleh memilih, saya ingin semua orang diberikan wewenang dan jalan masing-masing, sedangkan saya dibelakang layar saja. Itu kondisi yang paling enak karena ibarat semua sudah serba autopilot, bisa jalan masing-masing. Tapi saya sadar impian itu terlalu indah dalam kehidupan nyata tidak bisa begitu.
Seorang Leader harus siap terjun dalam kondisi apa pun dan siap menyelesaikan semua tantangan dalam berbagai macam situasi.
Seorang Leader harus siap menerima tantangan jika harus terjun langsung harus segera dilakukan: Seorang Leader adakalanya harus tampil di depan sebagai pemegang kendali. Maka harus dilakukan. Ini adalah menyangkut situasional-sebab kita saling menghargai dan sudah sepakat dengan sasaran yang ingin kita capai.
Dalam mengambil sebuah keputusan pemimpin sering kali dihadapkan kepada situasi sulit, bagaimana mengatasinya? Mengambil keputusan itu bagian dari tugas seorang Leader maupun Manajer. Uji coba bagi seorang Manajer itu ketika dia dihadapkan kepada pengambilan keputusan, apalagi terkadang keputusan yang diambil berdampak besar bagi perusahaan dan diri kita sendiri. Namun semakin banyak kita dilatih atau terpapar oleh situasi yang mengharuskan kita mengambil keputusan, itu justru akan mengasah kita menjadi Manajer yang lebih baik.

Dalam mengambil keputusan, apa yang lebih dipentingkan feeling, data atau rasio?
Semuanya. Tapi jangan lupa bahwa waktu adalah musuh kita, bukan kawan. Kalau kita punya banyak waktu mungkin kita menunggu sampai data yang kita punya lengkap, lalu baru kita bisa maju. Tapi dalam waktu yang tidak terlalu banyak, lakukan saja pengambilan keputusan. Dengan catatan, feeling kita yakin 70% sudah tepat, ada risiko 30% salah. Itu tidak masalah yang penting jalan.

Menurut Bapak Rasyid Feeling itu naluri. Tapi ada satu ungkapan yang selalu diingatnya: You don’t know what You don’t know. Ini maksudnya untuk mengingatkan diri kita bahwa kita ini jangan sok tahu. Di satu sisi memang kita harus percaya diri, harus bisa mendorong kemajuan, tapi di sisi lain kita juga harus belajar untuk bisa mendengar orang lain.
Bapak Rasyid belajar dari almarhum Prof. Sumitro Djojohadikusumo, karena dia adalah asisten beliau di masa yang lalu. Bapak Sumitro mengatakan kalau ada masalah coba pahami dulu masalhnya sedadalam mungkin, sebab seringkali jawabannya diperoleh dari pendalaman masalah itu sendiri. Tugas seorang pimpinan adalah me-menage orang dan masalah yang dihadapi. Makin banyak masalah yang dihadapi, makin lihai kita mengatasinya.
Jika kita bekerja faktor kecocokan dengan instansi tempat bekerja juga sangat menentukan. Karena sebagai seorang professional kalau bekerja harus berusaha mencari tempat bekerja yang paling cocok dengan kemampuannya. Kalau tidak, tanggung jawab dia sendiri untuk melakukan perbaikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: