Belajar Leadership dari Bapak Jokowi Oleh Septo Indarto (Team Double S)

27 Mar

Belajar Leadership dari Bapak Jokowi
Oleh Septo Indarto (Team Double S)
Bapak Joko Widodo, lahir di Surakarta, 21 Juni 1961. Profesi awalnya adalah pengusaha furniture. Bapak Joko Widodo (nama populernya Pak Jokowi) mulai dikenal oleh masyarakat luas di Indonesia adalah ketika menjadi wali kota Solo. Banyak sekali ide-ide yang luar biasa yang dikembangkan oleh beliau untuk memajukan kota Solo. Sebelumnya Pak Jokowi adalah seorang pengusaha furniture untuk pasar ekspor. Dia berhasil menjadi seorang pengusaha furniture yang sukses dan dia mengawasi sendiri kualitas produk-produk yang akan diekspor.
Banyak sekali terobosan-terobosan inovasi yang telah dia lakukan. Dia mempunyai The Leadership in Government Skill yang luar biasa. Banyak orang yang ingin belajar The Leadership Role dari Pak Jokowi dalam mengelola sebuah kota. Dia mempunyai program, bekerja dengan cepat dan hasil kerjanya dirasakan oleh masyarakat Solo. Pak Jokowi adalah Wali Kota Solo tetapi kiprahnya telah menjadi sorotan media nasional. Dia adalah tokoh daerah yang mempunyai visi jangka panjang untuk kemajuan kota Solo. Dia adalah tokoh Transformational Leadership yang luar biasa, karena mempunyai banyak inovasi dalam membangun kota. Gaya kepemimpinannya tidak monoton tetapi dinamis.
Langkah yang diambil Pak Jokowi ketika baru menjabat Wali Kota adalah keberhasilannya menangani Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Banjarsari yang semerawut. PKL dipindahkan ke pasar Klithikan Semanggi. Kemudian trotoar di tata dan City Walk disediakan disepanjang Jl. Slamet Riyadi.
Kota Solo dibangun dengan visi dan pengembangan nilai ekonomi. Solo menjadi kota yang mempunyai daya tarik. Investasi dibuka. Bank Lokal dan Bank Asing banyak yang tertarik masuk ke kota Solo untuk membiayai warga dan industry di kota Solo.
Pak Jokowi juga berhasil menciptakan citra bahwa kota Solo adalah kota yang aman. Dia berhasil mencegah konflik bernuansa SARA di Solo. Dia disukai oleh semua pihak.
Pak Jokowi juga telah mengubah gaya kepemimpinan birokrat. Dia bersedia dikritik untuk meningkatkan kinerja. Gaya kepemimpinannya penuh dengan keterbukaan. Merakyat adalah gaya Pak Jokowi. Dia adalah orang yang terlebih dahulu mengulurkan tangan ketika sedang bertemu orang di jalan. Dia sangat jarang memakai ajudan dan sering membawa tas koper sendiri.
Pak Jokowi berhasil membangun Branding of City untuk kota Solo. Moto Solo: The Spirit of Java untuk menggambarkan kota yang mempunyai semangat untuk maju.
Pak Jokowi mampu merelokasi pedangan barang bekas di taman Banjarsari tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka. Taman Balekembang yang terlantar dijadikan taman. Pada tahun 2006 dia mengajukan Surakarta menjadi anggota organisasi kota-kota warisan dunia. Pada tahun 2008, Surakarta berhasil menjadi tuan rumah koferensi organisasi tersebut. Pak Jokowi menjalankan karir sebagai birokrat hanya bekerja untuk rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: